Konsep DataBase dan Pengenalan RDBMS

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan semakin luasnya penggunaan aplikasi teknologi informasi oleh berbagai instansi/perusahaan, mulai dari perusahaan kecil, menengah, maupun besar. Istilah database merupakan istilah yang sering muncul digunakan dalam pemanfaatan IT di perusahaan-perusahaan tersebut. Database banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengatur data perusahaan seperti data untuk akuntansi, inventori, produksi, penjualan dan sebagainya. Nah…kompleks juga ya..!!! Sebenarnya database itu apaan sich……………??? (Bagi yang udah ngerti nggak usah dibaca aja dech….ini khusus bagi yang belum paham aja koq…!!!!)

Database dapat diartikan sebagai suatu bentuk penyimpanan informasi yang terpusat agar data-data atau informasi yang ada di dalamnya mudah dicari, dikelola dan digunakan kembali. Database dapat kita anggap sebagai sebuah lemari arsip, dimana arsip yang ada didalamnya dapat kita pergunakan lagi dan mudah kita cari lagi karena biasanya sudah diurutkan berdasarkan urutan nama arsipnya. Database juga bekerja hampir sama seperti lemari arsip, kita dapat mencari lagi data yang ada dalam database dan mempergunakannya lagi sesuai dengan kebutuhan kita.

Agar konsep database dapat anda pahami dengan baik, maka penulis akan memberikan contoh sederhana sebagai berikut :

Misalnya sebuah perusahaan bernama “Abdiateknokom” memiliki catatan mengenai pembeli barang diperusahaan tersebut. Maka catatan pembeli tersebut biasanya berupa tabel dengan kolom-kolom yang akan menyimpan informasi mengenai pembeli, misalnya Nama Pembeli, Alamat, Kota, Kode Pos, Propinsi dan Telepon. Kemudian pada setiap baris, informasi mengenai setiap pembeli disimpan sesuai dengan kolom-kolom yang telah disediakan seperti contoh pada tabel berikut :

Nama Pembeli

Alamat

Kota

Kode Pos

Propinsi

Telepon

Vidi

Jl.Anggrek No.35

Medan

20239

Sumut

6619224

Deny

Jl.Mawar No.29

Siantar

20231

Sumut

6624536

Dwiansyah

Jl. Solo No. 117

Takengon

30457

NAD

6672899

Budi

Jl. Tuasan No. 32

Meulaboh

31267

NAD

6798272

Andreas

Jl. Mulia No.125

Tebing Tinggi

20897

Sumut

6627394

Melalui tabel tersebut di atas, kita dapat dengan mudah menemukan informasi mengenai seorang pembeli yang kita butuhkan. Kita dapat dengan mudah mengetahui informasi seorang pembeli itu beralamat dimana, di kota apa, berapa kode pos alamatnya, propinsi mana dan berapa nomor teleponnya. Pengetahuan ini sangat bermanfaat karena jika anda mengetahui pembeli barang perusahaan anda umumnya berasal dari kota atau kode pos tertentu, maka iklan barang-barang perusahaan anda dapat dipasang pada koran-koran lokal di kota atau kode pos tersebut….!!! hm…m..mmm…!!!

Dalam dunia database, baris disebut dengan istilah record, sedangkan kolom disebut dengan istilah field. Setiap record dalam tabel merepresentasikan masing-masing data, contohnya tabel di atas merepresentasikan 5 buah data yang berisi data-data pembeli. Setiap kolom dalam tabel merepresentasikan jenis data yang ada dalam masing-masing kolom tersebut, contohnya data-data kolom nama pembeli di atas merepresentasikan nama-nama pembeli, setiap data yang tersimpan pada kolom nama pembeli di atas memiliki jenis yang sama, yaitu menyimpan informasi nama-nama pembeli.

Jika tabel hanya memiliki jumlah baris yang sedikit seperti contoh di atas, tentu dengan mudahnya kita dapat mencari informasi yang diperlukan. Namun jika jumlah barisnya sangat banyak bahkan mungkin sampai ribuan atau malah jutaan, maka informasi tersebut tidak mungkin dapat kita cari dengan mudah …!!! (wahh…hh…bisa…keluar tuh…..biji mata…he…he…he…!!!). Nah atas dasar inilah diperlukan program database yang memanfaatkan kemampuan komputer untuk membantu kita dalam mencari informasi yang kita miliki…hm..hmmm wis…ngudeng…khann…???….maaf ya sok-sok pake bahasa jawa, soalnya penulis lagi belajar bahasa jawa, maklum wong jowo tapi ora iso boso jowo nih…lucu…khan…. !!! he…he…he….wakakkak…kak…dah…udah…ngakaknya…!!!

Biasanya suatu perusahaan tidak hanya memiliki satu tabel saja seperti contoh di atas, tetapi memerlukan bermacam-macam tabel bergantung pada jenis informasi yang dibutuhkan, misalnya tabel jenis produk yang dijual, informasi mengenai penjual barang, pesanan dan sebagainya. Demikian pula tabel satu dengan yang lain sering saling berkaitan. Sebagai contoh ; tabel pembeli, penjual dan pesanan yang dijual saling berkaitan satu dengan yang lain…..betuk…ngggak…??? betul khan…!!!

Agar komputer dapat dengan cepat memproses suatu database, maka digunakan suatu konsep yang disebut relational database, dimana tabel yang satu dengan yang lain dapat saling dikaitkan atau mempunyai relasi agar pelacakan data dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Konsep relational database ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 oleh DR. Edgar F. Codd dari perusahaan riset IBM. Pada tulisannya, beliau memberikan prinsip kerja suatu relational database beserta elemen-elemen utamanya. Konsep tersebut dikenal sebagai model Entity Relationship (ER) . Software database yang telah mendukung penggunaan dari Entity Relationship ini disebut RDBMS (Relational DataBase Management Systems), diantaranya Ms. Access, SQL Server, MySQL, Oracle, dan-lain-lain.

Untuk menjelaskan konsep dasar Entity Relationship (ER), maka contoh tabel di atas akan penulis gunakan sebagai ilustrasi…setuju…kan??? Setuju…!!!!. Nah..coba perhatikan kembali tabel tersebut, nih..dia penulis cantumkan lagi :

Nama Pembeli

Alamat

Kota

Kode Pos

Propinsi

Telepon

Vidi

Jl.Anggrek No.35

Medan

20239

Sumut

6619224

Deny

Jl.Mawar No.29

Siantar

20231

Sumut

6624536

Dwiansyah

Jl. Solo No. 117

Takengon

30457

NAD

6672899

Budi

Jl. Tuasan No. 32

Meulaboh

31267

NAD

6798272

Andreas

Jl. Mulia No.125

Tebing Tinggi

20897

Sumut

6627394

Pada tabel tersebut, nama pembeli merupakan informasi utama pada masing-masing baris karena memberikan identitas mengenai siapa pembeli tersebut. Namun jika kebetulan ada dua atau lebih nama yang sama, maka identitas baris yang menggunakan nama tersebut akan menjadi kacau. Oleh sebab itu pada ER, ditambahkan satu kolom baru yang misalnya disebut Nomor Pembeli yang merupakan identitas utama setiap baris pada tabel tersebut, karena setiap pembeli harus memiliki satu nomor pembeli yang unik seperti yang terlihat pada tabel berikut :

Tabel Pembeli

Nomor Pembeli

Nama Pembeli

Alamat

Kota

Kode Pos

Propinsi

Telepon

8001

Vidi

Jl.Anggrek No.35

Medan

20239

Sumut

6619224

8002

Deny

Jl.Mawar No.29

Siantar

20231

Sumut

6624536

8003

Dwiansyah

Jl. Solo No. 117

Takengon

30457

NAD

6672899

8004

Budi

Jl. Tuasan No. 32

Meulaboh

31267

NAD

6798272

8005

Andreas

Jl. Mulia No.125

Tebing Tinggi

20897

Sumut

6627394

Kolom yang menjadi identitas utama suatu tabel dalam dunia RDBMS dinamakan Primary Key. Pada setiap tabel hanya boleh ada satu kolom yang menjadi Primary Key….ingat..ingat…jangan sampe lupa….!!!!

Sekarang sebagai contoh lebih lanjut akan diperkenalkan dua buah tabel baru, yaitu tabel penjual dan tabel pesanan seperti yang tampak berikut :

Tabel Penjual

Nomor Penjual

Nama Penjual

Jabatan

Manajer

Telepon

101

Deno

Sales

Ponitri

7719224

102

Supran

Sales

Ponitri

7724536

103

Didit

Kasir

Ponitri

7772899

104

Muhtadi

Sales

Ponitri

7798272

105

Ponitri

Manajer

Lidia

7727394

Tabel Pesanan

Kode Pesanan

Nomor Pembeli

Nomor Penjual

Tanggal

P101

8001

101

10-Jan-09

P102

8002

102

10-Jan-09

P103

8003

103

11-Jan-09

P104

8004

104

11-Jan-09

P105

8005

105

11-Jan-09

Pada tabel-tabel tersebut di atas, nomor penjual merupakan Primary Key pada tabel penjual, sedangkan kode pesanan merupakan Primary Key pada tabel pesanan.

Namun sekarang perhatikan juga tabel pesanan di atas. Pada tabel pesanan terlihat terdapat juga kolom nomor pembeli dan kolom nomor penjual yang merupakan primary key pada tabel-tabel sebelumnya. Inilah yang dikatakan sebagai relasi tabel antara tabel yang satu dengan tabel yang lain. Dalam dunia RDBMS, kolom pada suatu tabel yang merupakan primary key pada tabel yang lain disebut disebut Foreign Key. Suatu tabel boleh memiliki lebih dari satu Foreign Key bergantung pada relasi yang dibutuhkan.

Dengan referensi atau relasi yang telah dibuat pada contoh di atas, jika kode pesanan suatu transaksi pembelian diketahui, maka semua informasi lain mengenai pembeli dan penjual khususnya untuk transaksi tersebut juga dengan mudah dapat diketahui. Inilah yang merupakan inti dari konsep RDBMS…..sederhana…kan…???

Jadi dapat diambil sebuah kesimpulan kalau sebuah database itu terdiri atas beberapa bagian tabel dan setiap tabel dalam sebuah database dapat dihubungkan dan direlasikan dengan tabel lainnya….ho..ooooo…..gitu….toh….!!!

Ups…pembahasan kita tentunya tidak sedangkal ini…!!! masih ada banyak hal lagi yang belum penulis berikan kepada anda untuk lebih memahami konsep database yang sebenarnya. Contoh di atas hanyalah merupakan pengantar untuk membuka cakrawala berfikir kita dengan konsep visual agar pengertian dasar tentang database dapat lebih mudah dipahami bentuknya. Paragraf berikutnya, tulisan ini akan menjelaskan kepada anda tentang langkah-langkah membangun sebuah database…..belum pegel kan mata…nya….???? Mudah-mudahan…belom…ya…!!!

Membangun database adalah langkah awal dari pembuatan sebuah aplikasi. Konsep manajemen database adalah konsep-konsep yang dipakai untuk membangun database. Konsep ini akan mempengaruhi keberhasilan anda dalam membangun database. Konsep ini meliputi :

  1. Pemilihan item (field) untuk sebuah tabel
  2. Hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain dalam sebuah database

Keberhasilan dalam membangun database akan menyebabkan aplikasi lebih mudah dibaca, mudah dikembangkan dan mudah mengikuti perkembangan perangkat lunak.

Langkah pertama dalam membangun database adalah membangun tabel dengan benar. Tabel-tabel dengan desain yang baik akan mengurangi kompleksitas aplikasi, juga menambah fleksibilitas.

Struktur data yang baik merupakan faktor utama dalam kesuksesan aplikasi yang akan dibuat. Dengan mengikuti aturan dari model database relational, data dapat dengan mudah dimanipulasi. Agar data mentah dalam dunia nyata dapat mencapai database model relational diperlukan proses yang dinamakan normalisasi……

………..( bersambung….!!!!!)

~ oleh abdipn9984 di/pada Januari 27, 2009.

Satu Tanggapan to “Konsep DataBase dan Pengenalan RDBMS”

  1. good…good…

Tinggalkan Balasan